Dalam mengarungi bahtera pernikahan, seorang suami memegang peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan dan keharmonisan rumah tangganya. Ia bukan hanya sekadar pemimpin dalam keluarga, melainkan juga bertanggung jawab penuh untuk membimbing istri dan anak-anaknya menuju kehidupan yang diridhai oleh Allah SWT.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi seorang perempuan untuk mempertimbangkan dengan sangat matang sebelum menentukan pasangan hidup. Bukan hanya dari segi lahiriah atau materi saja, tetapi juga dari sikap dan akhlaknya terhadap perempuan apakah ia mampu memuliakan, menghormati, dan memperlakukan istrinya kelak dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab.
Memiliki suami yang baik dalam berbagai aspek, dari prilaku yang santun, tutur katanya yang lembut, dan menyayangi sepenuh hati, hingga ketenangan yang ia hadirkan saat berinteraksi dengannya, merupakan idaman setiap kaum perempuan. Kehadirannya menjadi Sosok yang mampu menjadi pelindung sekaligus sahabat, yang hadir bukan hanya dalam tawa, tetapi juga setia dalam kondisi duka.
Sebab, keharmonisan dalam rumah tangga tidak tercipta begitu saja, melainkan hasil dari upaya yang dibangun dengan cara bersama, dibangun dengan cinta, pengertian, dan komitmen yang terus dijaga sepanjang masa.
Rasulullah SWA sebagai lelaki yang memiliki sifat sempurna dalam segala aspek, diantaranya adalah dalam berprilaku kepada istri istrinya. Beliau merupakan suami yang baik, ideal, dan juga memiki sifat lemah lembut dalam bersikap, yang pastinya banyak didamba dambakan oleh seorang perempuan pada umumnya.
Rasullullah SWA. Menganjurkan hal demikian sebagaimana dalam sabdanya sebagai berikut:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
“Paling sempurnanya iman seorang mukmin adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya.”(HR imam Tirmidzi )
Dengan demikian, Rasulullah adalah sebaik-baiknya teladan yang patut dijadikan panutan oleh setiap suami dalam menjalani kehidupan rumah tangga bersama istrinya. Lebih dari itu, Rasulullah juga menjadi rujukan utama dalam menentukan kriteria calon suami yang baik menurut ajaran Islam. Bukan semata dari aspek lahiriah atau materinya saja, tetapi juga dari ketulusan hati, kematangan akhlak, dan tanggung jawabnya dalam memuliakan perempuan.
Adapun beberapa sikap Rasulullah yang dapat kita teladani dalam kehidupan berumah tangga antara lain:
Lemah Lembut&Murah Senyum
Rusulullah merupakan orang yang lembut tutur katanya dalam segala bentuk apapun apalagi ketika bersama istrinya, selalu menampakkan kasih sayang dan perhatian.
Sayyidah Aisyah ra bercerita tentang Rasulullah saw:
كَانَ إِذَا خَلَا بِنِسَائِهِ أَلْيَنَ النَّاسِ، وَأَكْرَمَ النَّاسِ، ضَحَّاكًا بَسَّامًا
“Beliau adalah orang yang paling lembut, mulia, penuh tawa dan senyum ketika berduaan dengan istrinya.” HR. Ibn Sa’ad, Ibn ‘Asakir&Kanzul Ummal (no. 18327)
Mesra Dan Romantis
Rasulullah merupakan tipe suami yang romantis terhadap istrinya. Diantaranya rasulullah perna mandi bersama dengan istrinya dalam satu wajana, sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah r.a. Beliau berkata:
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ، تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ، مِنَ الْجَنَابَةِ رواه البخا رى و مسلم
“Dauhulu Aku mandi dari junub bersama Rasulullah saw dari satu bejana di mana tangan kami bergantian (mengambil air) di dalamnya.” HR. Bukhari dan Muslim
Humoris
Selain memiliki sifat yang setia dan romantis, Rasulullah juga merupakan tipikal suami yang humoris, salah satu candaan beliau dengan istrinya diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah r.a., beliau berkata:
Aku pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Saat itu tubuhku masih ringan, lalu aku berlomba lari dengannya dan aku menang. Beberapa waktu kemudian, ketika tubuhku sudah gemuk, kami kembali berlomba dan beliau menang. Maka beliau berkata, ‘Ini sebagai balasan dari lomba yang dulu.'” Abu Dawud (Hadis No. 2214)
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang suami hendaknya meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam memperlakukan istrinya. Sikap lembut, penuh kasih, dan menghargai pasangan dalam segala aspek kehidupan, hal itu merupakan fondasi penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan nyaman.
Rasulullah telah memberikan contoh nyata bagaimana cinta dan akhlak yang baik mampu menciptakan suasana keluarga yang penuh ketenangan dan kebahagiaan. Dengan meneladani akhlak beliau, diharapkan setiap keluarga muslim dapat tumbuh dalam ikatan mulia, saling menghormati, dan senantiasa mendapatkan ridha Ilahi.
Deni Al Farizi, Mahasantri Aktif Ma’had Aly Nurul Jadid
