Al-Amiri, Senin (05/05/2026) – Suasana penuh semangat menyelimuti halaman Asrama Al-Amiri saat Debat Publik Pemilihan Umum Calon Presiden dan Wakil Presiden Dewan Mahasantri (DEMA) Ma’had Aly Nurul Jadid resmi dimulai. Acara bergengsi tahunan ini menjadi puncak dinamika demokrasi mahasantri, mempertemukan dua pasangan calon dengan visi, misi, serta karakter kepemimpinan yang berbeda.
Ajang debat ini menjadi ruang bagi para mahasantri untuk menentukan pilihan sekaligus memberikan kesempatan menilai secara mandiri pasangan calon yang dianggap layak menduduki jabatan Presiden DEMA satu periode ke depan
Pasangan Hiyam Arifin – Yusuf Aditiya tampil sebagai paslon nomor urut 1, sementara Muhammad Miftahul Ulum–Bahrul Ulum Sofyan maju sebagai paslon nomor urut 2. Penyampaian orasi dari masing-masing ketua partai membuat atmosfer semakin memanas, bahkan sempat melampaui batas waktu yang ditentukan panitia.
Debat berlanjut dengan sesi tanya jawab dari perwakilan ustadz, mahasantri, serta ketua demisioner. Tidak berhenti di situ, kedua paslon juga diberi kesempatan untuk saling melontarkan pertanyaan dan tanggapan. Pertarungan ide berlangsung hangat: bukan hanya adu gagasan, tetapi juga adu ketenangan, kemampuan menyampaikan solusi, serta ketegasan dalam menanggapi isu keanggotaan, relasi organisasi, dan progres kerja satu tahun ke depan.
Presiden demisioner, Nakib, menegaskan tiga harapan utama bagi kepemimpinan mendatang:
- Menyelesaikan problematika keanggotaan – agar setiap anggota mampu menempatkan diri dengan bijak tanpa mengedepankan ego.
- Memperkuat relasi antar organisasi – demi terciptanya solidaritas di lingkungan Ma’had Aly Nurul Jadid.
- Memutuskan program kerja dengan pertimbangan matang – bukan sekadar asal putus, melainkan sesuai kemampuan dan kebutuhan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara capres, cawapres, anggota partai, dan panitia. Momen ini menjadi simbol solidaritas dan komitmen berdemokrasi di lingkungan Ma’had Aly Nurul Jadid. Dengan berakhirnya debat publik ini, para mahasantri diharapkan dapat menentukan pilihan secara bijak demi terwujudnya kepemimpinan yang jujur dan adil.
